Ankara (KABARIN) - Perdana Menteri Hongaria Peter Magyar kembali menegaskan sikap negaranya terkait perang Rusia-Ukraina. Meski tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina, Budapest memastikan tidak akan mengirim senjata maupun personel militer ke negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Magyar saat berbicara kepada awak media sebelum menghadiri sesi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO pada Selasa.
Dalam keterangannya, Magyar menjelaskan bahwa pemerintah Hongaria memandang Ukraina sebagai pihak yang menjadi korban dalam konflik dan memiliki hak untuk mempertahankan kedaulatan serta integritas wilayahnya.
"Kami tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina, tetapi ... Hongaria tidak akan mengirim senjata atau pasukan ke Ukraina," ujarnya.
Menurut Magyar, keputusan tersebut sejalan dengan mandat yang diberikan masyarakat Hongaria dalam pemilihan umum yang digelar pada April lalu.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap berpegang pada kebijakan tersebut meski konflik antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung.
Di sela-sela agenda KTT NATO, Magyar juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat melakukan pembicaraan singkat dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Ia mengatakan, keduanya telah sepakat untuk menggelar pertemuan bilateral dalam waktu dekat guna membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan kedua negara.
Meski memilih tidak terlibat secara militer, Hongaria menegaskan komitmennya untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada Ukraina sekaligus tetap menjaga persatuan di dalam aliansi NATO.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026